5 Pemain Sepakbola Yang Berhasil Di Olahraga Lain

Agen Sabung Ayam Online Indosport303

Sabung Ayam Online  – 5 Pemain Sepakbola Yang Berhasil Di Olahraga Lain,  Banyak sekali pemain sepakbola yang pensiun dini akibat cidera yang selalu dialami oleh mereka, namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk berolahraga dan berkompetisi walupun diluar sepak bola. Berikut beberapa pemain yang berhasil diluar sepakbola setelah pensiun ataupun karena cidera yang dideritanya. Diantara seperti yang kami jelaskan sebagai berikut:

Agen Sabung Ayam Online Indosport303

1. Fabian Barthez

Karier Fabien Barthez sebagai atlet ataupun pemain sepakbola  bisa dibilang sangat gemilang. Ia pernah memenangi trofi Liga Champions bersama Marseille. Kiper yang memiliki kepal gundul ini juga berhasil meraih gelar juara Liga Inggris bersama Manchester United. Sementara itu bersama AS Monaco, Barthez meraih trofi Ligue 1 Prancis.

Sementar itu di level tim nasional bersama Prancis, Barthez juga boleh menepuk dada. Dia membawa Prancis jadi juara Piala Dunia 1998 serta Piala Eropa 2000. Setelah pensiun dari lapangan hijau, Barthez memutuskan menjadi seorang pembalap profesional pada 2008. Dia berhasil meraih Prancis GT seri motorsport pada 2013 dengan mengendarai Ferrari 458. Pada 2014, dia ikut serta dalam balapan ketahanan 24 jam, Le Mans. Barthez menempati peringkat 29 dari 55 peserta. Namun Dua tahun kemudian, ia berada di peringkat ke-12.

pemain sepakbola

Baca juga Alex Witsel Lebih Memilih Klub Tiongkok Ketimbang Juventus

2. Gabriel Batistuta

Gabriel Batistusta memutuskan pensiun dikarenakan sudah kesulitan untuk dapat  berjalan. Hal ini dikarenakan cedera engkel sangat parah. Bahkan, eks striker Fiorentina dan Timnas Argentina tersebut sempat meminta dokter agar mengantisipasi kakinya karena sudah tidak kuat menahan sakit. Tentu saja permintaan itu ditolak dokter dan menyarankan agar Batistuta memasang skrup diengkelnya lewat operasi. Operasi itu berjalan sukses dan Batistuta kembali dapat berjalan. Namun, ia memutuskan tidak kembali ke sepak bola yang telah membesarkan namanya. Batistuta menggeluti olahraga baru, yakni polo.

Gabriel Batistuta adalah salah satu pemain sepakbola dan juga striker yang paling disegani di Argentina bahkan di klub-klub Eropa. Ia dikenal karena prestasinya bersama klub Italia, Fiorentina. Bersama bintang Timnas Portugal, Rui Costa, Batitusta membuat klub berjuluk La Viola itu terkenal. Ia mencetak 207 gol dari 332 penampilannya bersama Fiorentina.

Setelah pensiun pada 2005 lalu, Batistuta ternyata mendapatkan cedera engkel sangat parah yang mengakibatkan tak bisa berjalan. Bahkan, ia meminta dokter untuk mengamputasi kakinya.

Dokter lalu memberikan opsi kepada Batistuta untuk tidak mengamputasi kakinya dan disarankan untuk menjalani operasi pemasangan dua skrup di engkelnya. Skrup tersebut membantu meringankan beban berat badan yang ditanggung kakinya sehingga rasa sakitnya berkurang.

Setelah pemasangan skrup, Battitusta dapat kembali berjalan. Tapi, eks pemain Timnas Argentina itu tidak kembali menekuni sepak bola meski memiliki lisensi pelatih. Ia justru menekuni poli, berlatih dengan Adolfo Cambiasso, pemain polo nomor satu dunia.

Hingga kini, Battitusta terus menggeluti polo. Ia pun mempunyai sebuah tim yang disebut La Gloria dan berkostum warna ungu.

Baca juga Alex Witsel Lebih Memilih Klub Tiongkok Ketimbang Juventus

3. Leon McKenzie

Leon McKenzie berhasil menciptakan 115 gol dalam 393 pertandingan di level klub. Ia membantu Norwich City promosi ke Liga Inggris di 2015. Tetapi, kariernya terhenti akibat cedera. McKenzie sempat bermain untuk Charlton Athletic, Northampton Town, serta Coventry City.

Kehidupan Leon McKenzie yang berantakan dan kesulitan keuangan membuat McKenzie sempat mencoba untuk bunuh diri  pada usia 31 tahun. Ayahnya, Clinton, menyelamatkan hidupnya dan mengajak sang anak untuk mendampinginya di ring tinju.

Clinton lantas menyuruh McKenzie untuk ikut menggeluti dunia tinju. Clinton pernah membantu Sugar Ray Leonard di Olimpiade 1976. Untuk kali pertama pada 2013, MecKenzie naik ke ring tinju. Ia berhasil meraih delapan kemenangan dan sekali imbang dari sembilan pertarungan pertamanya.

McKenzie juga berhasil meraih sabuk juara International Masters. Tinju telah berhasil membantu McKenzie di kehidupan yang baru.

4. Tim Wiese

Tim Wiese pernah menjadi kiper sejumlah klub Jerman, seperti FC Kaiserslautern dan Werder Bremen. Dia memenangkan Piala Jerman bersama Mesut Ozil dan Claudio Pizzaro.

Wiese juga sempat mencatat enam penampilan untuk Timnas Jerman. Ia kemudian mengakhiri kariernya di Hoffenheim dengan memutuskan gantung sepatu di akhir musim 2013-14.

Wiese kemudian beralih profesi menjadi pegulat profesional di arena gulat World Wrestling Entertainment (WWE). Dia membuat debutnya di Jerman pada November 2016. Dijuluki The Machine, Wiese mengawali kariernya di WWE dengan kemenangan yang sangat manis.

5. Toni Fritsch

Toni Fritsch merupakan seorang pemain sepak bola yang menempati posisi sebagai striker bertubuh kecil tapi memiliki kelincahan dan juga kecepatan. Dia menghabiskan delapan tahun memperkuat Rapid Vienna. Namun, cuma mencetak 15 gol dari 123 pertandingan. Sementara bersama Timnas Austria, Fritsch mencetak dua gol dalam sembilan penampilan.

Pada 1971, Fritsch mengambil keputusan untk pensiun dari sepak bola. Kemudian ia bergabung dengan Dallas Cowboys, klub American Football. Fritsch ditemukan pencari bakat Dallas Cowboys selama tur Eropa, di mana mereka mencari pesepak bola gaya kickers, yang pada saat itu menjadi populer di NFL.

Fritsch telah menghabiskan 12 musim di NFL. Empat musim bermain untuk Dallas Cowboys, ia memenangkan Superbowl. Fritsch menjadi satu-satunya orang Austria yang pernah mendapatkan cincin kemenangan dan terpilih untuk pertandingan All Star liga pada 1980. Fritsch kemudian pensiun pada 1985 dan tutup usia di 2005.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*